Keuntungan Bisnis Franchise Barbershop yang Bisa Anda Dapatkan

Sekarang ini sedang naik-naiknya bisnis online, dan pada akhirnya banyak yang ingin mencoba berbisnis online. Tetapi Anda tidak perlu harus mengikuti tren ini. Karena bisnis offline juga masih tetap bisa Anda lakukan. Bahkan masih banyak bisnis offline yang memiliki potensi keuntungan dan pangsa pasar yang besar.

Salah satu usaha yang bisa Anda coba adalah usaha franchise barbershop atau potong rambut pria. Usaha ini masih sangat recommended di era sekarang ini, karena usaha ini sama seperti usaha kuliner atau fesyen, yang mana pasarnya akan selalu ada.

Setiap orang khususnya pria akan membutuhkan pangkas rambut setiap waktunya, dan ini tentu pasar yang sangat bagus untuk Anda. Lagi pula usaha ini tidak bergantung pada lokasi atau daerah. Dimana saja pasti usaha ini akan tetap bisa jalan.

Berikut adalah keuntungan yang didapatkan dari usaha franchise barbershop

1. Menjadi Kebutuhan Setiap Pria

Hampir semua pria yang ada di dunia ini pasti butuh pangkas rambut, yang membedakan adalah kurun waktunya saja. Ada yang sebulan sekali, dua bulan sekali atau bahkan tiga bulan sekali. Tetapi hampir semuanya membutuhkan.

Apalagi lagi sekarang ini gaya rambut sudah menjadi tren para pria zaman sekarang. Sekarang potong rambut bukan sekadar untuk kebutuhan karena rambutnya panjang saja, tetapi juga karena ingin terlihat gaya dengan model rambut yang kekinian. Inilah salah satu keuntungan yang bisa didapatkan, faktor pasar yang selalu ada dan tidak akan ada habisnya.

2. Usaha yang Mudah Dilakukan

Usaha potong rambut ini mudah dilakukan, kalau pun Anda hanya ingin mengerjakan sendiri tanpa bantuan pegawai, maka Anda bisa belajar potong rambut. Sudah banyak tempat kursus yang bisa digunakan.

Selain itu, proses potong rambut juga mudah dilakukan selama sudah punya keahlian. Dan waktu yang dibutuhkan pun tidak lama. Rata-rata untuk mencukur rambut satu kepala, sekitar 20 menitan. Dengan waktu yang cukup cepat ini Anda sudah bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan.

3. Modal yang Kecil

Untuk membuka usaha franchise barbershop ini modalnya termasuk kecil jika ingin Anda kelola sendiri. Peralatan yang dibutuhkan juga tidak banyak dan sifatnya bisa digunakan jangka panjang. Seperti sisir, gunting rambut, alat cukur elektrik, dll.

Dengan modal yang cukup kecil ini tentu bisa semakin cepat mendapatkan keuntungan. Secara pasarnya sangat besar.

4. Cepat Balik Modal

Salah satu yang jadi keuntungan lain adalah cepatnya balik modal. Karena usaha franchise barbershop ini merupakan usaha jasa yang tidak membutuhkan modal yang sekali pakai, jadi keuntungan bersih yang didapatkan juga besar.

5. Bisa Dijadikan Usaha Sampingan

Enaknya lagi, usaha barbershop ini juga bisa dijadikan usaha sampingan. Misalnya saja sekarang Anda bekerja sebagai pegawai kantor, nah nanti di sore hingga malam hari Anda bisa membuka usaha ini. Ya meskipun omzet yang didapatkan ketika menjalannya secara penuh, tetapi ini sudah cukup lumayan.

Itulah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika membuka usaha barbershop. Dan jangan khawatir, usaha ini juga bisa terus berkembang. Dengan bertambahnya modal yang Anda miliki, nanti Anda bisa mengembangkan usaha barbershop dengan kualitas yang modern.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Order online kini menjadi penyelamat usaha barbershop

Usaha franchise barbershop di masa pandemi virus korona baru juga ikutan berubah, memanfaatkan teknologi digital untuk menjaring pelanggan. Yang tadinya terbiasa menunggu konsumen datang, kini pebisnis pangkas rambut khusus pria alias barbershop mulai jemput bola lewat aplikasi pemesanan digital.

Misalnya, yang Tang Ting Barberhome lakukan. Awalnya, Tang Ting Barberhome yang berbasis di Surabaya adalah pangkas rambut dengan nama Coolio Barbershop. Akhir 2019, pengelola Coolio Barbershop mencoba menawarkan layanan yang mendatangkan pemangkas rambut ke tempat konsumen seperti rumah.

Di bulan-bulan awal, layanan ini belum mendapat respons yang baik. Namun, begitu pandemi melanda, situasi jadi berbalik, mulai ramai pesanan yang masuk ke Tang Ting Barbershop untuk meminta jasa pangkas rambut. “Dari Maret sampai Lebaran ramai sekali,” kata Belia Eka Wardani, Chief Strategy Officer Tang Ting Barberhome ke Kami.

Di periode tersebut, rata-rata satu tukang cukur alias barberman Tang Ting Barberhome bisa melayani  5-8 orang yang datang ke tempat konsumen. Saat ini, Tang Ting Barberhome  punya lima barberman.

Untuk pemesanan, Belia mengatakan, memakai teknologi yang dipakai ojek online, yakni trusted web activity (TWA). Hasilnya, rata-rata Tang Ting Barberhome bisa meraup omzet hingga Rp 60 juta sebulan.

Dengan pencapaian tersebut, Tang Ting Barbershop berencana melakukan ekspansi,  memperluas pasar tidak cuma di Surabaya dan Sidoarjo tapi juga Malang. Lantas, berencana untuk membuat kemitraan usaha dengan sistem bagi hasil mulai tahun depan,

Strategi serupa juga Arifin Nur Henditya, pemilik M-Barber asal Yogyakarta, lakoni. Berawal dari gerai pangkas rambut, mulai Juli 2020, dia hanya melayani panggilan ke rumah lewat aplikasi pemesanan.

Langkah ini Arifin lakukan untuk mengakali sepinya bisnis franchise barbershop di masa pandemi. Ia sudah membuka gerai pangkas rambut sejak 2010. “Kami jemput bola supaya pegawai bisa menghidupi keluarga,” ujarnya.

Dengan tarif pangkas rambut mulai Rp 50.000, rata-rata M-Barber bisa mendapatkan order antara 7 dan 10 orang per hari. Memang, belum sebanyak saat masih menjalani bisnis pangkas rambut dengan membuka gerai fisik yang bisa mencapai 30 orang sehari.

Kalau bisnis franchise barbershop ini lancar dan para pegawainya tidak sanggup lagi melayani konsumen, Arifin bakal membuka kemitraan

Stevano Gerald, pemilik Klipin Indonesia, yang baru buka Juni 2020 juga membuka jasa pangkas rambut ke rumah pelanggan, dengan pemesanan via WhatsApp. Hasilnya lumayan. Rata-rata pemangkas rambut yang berjumlah enam orang bisa mencukur rambut lima pelanggan. Setelah Bandung, Stevano akan memperluas layanan di Jawa Barat.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Konsep Usaha Franchise Barbershop Wajib Untuk Dipahami

Setiap harinya, selalu ada yang ingin melakukan potong rambut. Franchise Barbershop menjadi bisnis yang cukup menguntungkan saat ini. Karena, bisa mendapatkan keuntungan yang cukup melimpah. Terlebih, saat ini sudah muncul berbagai macam model franchise barbershop yang memiliki daya tarik. Konsep dari barbershop tentu harus dipahami dengan lebih dalam.

Tanpa adanya konsep, usaha franchise barbershop yang dirancang bisa tidak laku. Karena, kebutuhan masyarakat akan barbershop tentu berbeda. Menjadikan usaha banyak diminati oleh masyarakat memang bukan perkara yang mudah. Untuk itu, setidaknya anda harus paham mengenai konsep dalam membuka barbershop. Simak ulasan lebih jelasnya ada pada artikel dibawah ini.

Konsep Usaha franchise Barbershop Terbaik

Untuk menjalankan usaha satu ini, anda membutuhkan konsep yang tepat agar bisa mendapatkan keuntungan.

Tempat Usaha

Tempat yang tepat akan sangat membantu dalam membuat usaha barbershop menjadi lebih laku. Setidaknya, untuk lokasi dari pangkas rambut ini harus sering dilalui oleh orang. Karena, akan memudahkan orang dalam mengingat tempat pangkas yang mungkin pernah dilihat olehnya. Hal inilah yang sudah seharusnya anda pahami sejak awal.

Memang, untuk harga dari menyewa tempat di keramaian cukup mahal. Meskipun begitu, tentunya hal ini bisa anda anggap sebagai investasi. Karena, jika anda memaksakan membuat tempat usaha di daerah yang sepi maka akan sangat percuma. Justru anda tidak mendapatkan keuntungan. Tentunya, sudah pasti alasannya tidak dijangkau oleh para pelanggan.

Kualitas Tenaga Kerja

Alangkah baiknya, untuk barbershop sudah menyediakan kualitas tenaga kerja yang baik. Karena, untuk tenaga kerja yang berkualitas akan membuat pelanggan menjadi senang. Hal ini memberikan kemungkinan bahwa pelanggan akan datang kembali. Tentunya, hal seperti ini yang memang harus ditingkatkan.

Jadi, sebelum melakukan pembukaan dari barbershop ajari terlebih dahulu tenaga kerjanya. Seperti untuk berbagai macam model dalam pemotongan rambut. Jangan sampai, tenaga kerja tidak paham akan keinginan dari konsumen. Untuk mencegah hal tersebut,maka bisa diberikan pelatihan sampai dengan benar sudah berkualitas. Serta, pelayanan terhadap pelanggan juga harus dengan baik.

Ruangan Yang Nyaman

Apa yang membedakan barbershop dengan pangkas rambut biasa? Salah satunya yaitu karena ruangannya. Setidaknya, untuk ruangan yang ada pada barbershop lebih modern. Seperti tersedia AC,WC,lampu penerangan, ruang tunggu, wifi gratis dan lainnya. Tentunya, memastikan bahwa untuk semua fasilitas yang tersedia berjalan dengan baik.

Pastikan, semua ruangan yang tersedia nyaman untuk digunakan. Dengan begitu, akan sangat layak dan diminati oleh banyak pelanggan. Jadi, anda hanya perlu melakukan pengecekan setiap bulannya untuk memastikan bahwa fasilitas yang tersedia selalu berkualitas.

Promosi

Promosi menjadi bagian yang cukup penting dalam melakukan pemasaran barbershop. Karena, dengan melakukan promosi maka akan lebih mengenalkan kepada banyak khalayak. Bagaimana cara yang ampuh untuk melakukan promosi? Anda bisa membuat banner mengenai jasa potong rambut. Kemudian, tempelkan di depan.

Selain itu, anda juga bisa melakukan promosi dengan menggunakan sosial media seperti facebook,instagram dan lainnya. Karena, sosial media merupakan tempat yang cukup baik dalam melakukan promosi terhadap barbershop. Anda juga bisa memberikan promo tertentu agar banyak yang tertarik mencoba!

Itu dia konsep usaha barbershop yang perlu anda pahami. Sudah seharusnya, untuk memahami terlebih dahulu mengenai konsep dari usaha ini. Jika sudah memahami dengan benar, dapat dipastikan usaha akan menjadi lancar. Jadi, pastikan konsep dibuat sesuai pada kebutuhan pasar saat ini. Selamat mencoba!

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Bisnis Franchise Barbershop Bisa Untung di Atas 50%

Hampir semua pria pasti memangkas rambutnya dalam waktu tertentu, entah  dua bulan sekali, sebulan sekali atau bahkan dua minggu sekali. Maka tidak heran sejatinya usaha ini memiliki potensi yang besar yang belum tergarap secara maksimal. Bahkan tidak sedikit pelaku usaha yang memandang remeh usaha pangkas rambut pria karena dianggap kurang seksi dan memerlukan keahlian khusus untuk melakoninya.

Namun lain dulu, lain lagi sekarang. Banyak pelaku usaha franchise barbershop yang tak memiliki kemampuan di bidang gunting rambut bahkan tak mengerti perkembangan tren tatanan rambut pun bisa memiliki usaha pangkas rambut hingga salon khusus pria yang lagi tren di beberapa kota besar.

Seperti Ilham Hertanto yang menjalankan usaha franchise barbershop dengan brand  Baxter Barbershop Indonesia pada tahun 2013. Walaupun tidak memiliki keahlian dalam memotong rambut, namun melihat pangsa pasar usaha ini yang semakin menjanjikan membuat Ilham rela mengeluarkan kocek besar untuk menjalankan usaha ini dan merekrut barberman profesional.

Menurut pengamat wirausaha Bambang Wahyu Purnomo, usaha jasa potong rambut bisa dikategorikan sebagai usaha yang konstan dan akan terus dibutuhkan. Bagaimana pun kondisi perekonomian Indonesia tak akan berpengaruh banyak pada usaha yang satu ini, karena mencukur adalah kebutuhan.

Hal senada juga dikatakan Evan Abdul Hakim, Pemilik Kingz Babershop yang telah memiliki 8 cabang franchise barbershop. Menurutnya, usaha potong rambut pria adalah kebutuhan yang pasti, sehingga usaha ini pasarnya sangat jelas. ”Paling tidak seorang pria memotong rambutnya satu bulan sekali dan hal ini merupakan hal positif dalam usaha ini,” ujar pria yang akrab disapa Ilham ini.

Konsep Berbeda

Walaupun bukan usaha baru, namun usaha barbershop mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut bisa dilihat dari jenis usaha potong rambut yang ada. Bila dahulu cukur rambut kaki lima menjadi primadona, saat ini usaha potong rambut modern atau yang lebih dikenal dengan barbershop mulai dilirik. Karena itu tidak heran beberapa tahun belakangan, barbershop mulai bermunculan dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan.

Beberapa hal yang menjadi pembeda antara barbershop dengan jenis usaha cukur rambut lainnya dalam hal interior desain ruangan yang ditawarkan. Seperti Our Roots Barbershop yang dirintis Rahmat Enggal Prayugo. Usaha yang berdiri sejak 2 tahun lalu ini menawarkan desain interior berkonsep vintage atau jadul.

Selain pada interior yang berkesan jadul dengan cat berwarna cokelat, adanya foto artis-artis lawas luar negeri seperti Elvis Presley, The Beatles dan lain sebagainya serta terdapat televisi tua yang berada di sudut ruangan dan jam weker menambah kesan klasik pada ruangan barbershop ini.

Berbeda dengan Our Roots yang mengusung konsep vintage, pelaku usaha lain yaitu Angga Kesnha D pemilik Bujang Barbershop lebih memilih untuk menonjolkan konsep minimalis dengan dengan desain interior berbahan kayu didalamnya. Di ruangan barber shop berukuran 3×4 meter ini,

Angga menempatkan berbagai produk berbahan kayu seperti misalnya kursi tunggu pengujung, lantai, meja rias dengan aksen kayu yang minimalis modern hingga langit-langit yang juga menonjolkan unsur kayu di dalamnya. “Unsur kayu saya pilih karena bisa menumbuhkan kesan nyaman dan tenang agar konsumen betah,” jelasnya.

Walaupun konsep interior desain yang ditawarkan berbeda satu sama lain, namun ada hal yang sama yaitu pada fasilitas pendukung barbershop yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap. Dan hal ini yang disebut pengamat wirausaha Bambang Wahyu Purnomo sebagai hal pembeda antara barbershop dengan usaha cukur rambut konvensional lainnya.

Beberapa pelaku usaha barbershop menawarkan fasilitas pendingin ruangan (AC), LED TV, VCD, wastafel hingga jaringan Wi-Fi yang bisa dimanfaatkan konsumen secara gratis. Ada pula pelaku usaha yang memberikan air mineral, teh hingga kopi gratis bagi konusmen. Semua hal itu dilakukan untuk lebih memberikan pelayanan dan kenyaman pada konsumen yang datang.

Namun semua kemewahan ala salon ini pastinya membutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai usaha. Seperti Angga pemilik Bujang Barber Shop yang mengeluarkan modal sekitar Rp 30 juta, atau Ilham Hertanto. Pemilik Baxter Barbershop Indonesia hingga Rp 78 juta.

Kualitas Barberman

Selain fasilitas penunjang yang lengkap beberapa pelaku usaha barber shop juga menawarkan kualitas para hair stylist atau yang biasa disebut barberman profesional dan pastinya masih berusia muda dan bergaya stylish. Seperti misalnya Ilham Hertanto.

Pemilik Baxter Barbershop Indonesia yang menyediakan barberman profesional dan berpengalaman dalam usahanya. Diakui Ilham dengan pengalaman yang dimiliki para barbeman. Saking pengalamannya kadangkala, sebelum konsumen dicukur barberman sudah dapat mengetahui model cukur apa yang cocok untuk konsumen yang bersangkutan,” ujarnya.

Namun begitu Ilham mewajibkan barberman untuk menanyakan terlebih dahulu model cukur yang diinginkan konsumen dengan menawarkan katalog model rambut. Selain Ilham, pelaku usaha lain yaitu Angga Kesnha D juga referensi model cukur rambut dari luar negeri. Namun dari usia barberman yang masih sangat belia namun cukup memiliki pengalaman membuat konsumen yang sebagian besar berusia muda hingga eksekutif muda tak pernah bosan menata ulang rambutnya di barbershop yang digawangi anak-anak muda tersebut.

Pengamat marketing Bambang Surharno menegaskan bahwa kualitas barbermen merupakan salah satu unsur yang memiliki nilai jual dalam usaha barbershop, karena itu pelaku usaha diharapkan dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas para barberman-nya agar dapat memikat pasar dan memenangkan persaingan.

Style Rambut

Menurut Evan Abdul Hakim, Pemilik Kingz Babershop, style cukur yang sedang tren saat ini bisa dibilang kembali pada tren jaman dulu (jadul). Misal saja model Sleeky Hair, The Pompadour, Slip Back, Quiff, Jar Head, Elephant Trunk, dan Rockabilly. Berbagai model rambut tersebut, mengikuti tren model lambut tahun 60-70-an yang waktu itu dipopulerkan oleh beberapa artis luar negeri seperti Elvis Presley, The Beatle dan lain sebagainya.

Konsep style rambut jadul yang sedang kembali tren di kalangan anak muda tak lepas dengan penggunaan minyak rambut yang membuat rambut selalu rapi dan kinclong yakni Pomade. Pomade adalah minyak rambut yang sudah tren sejak dahulu. Yang membuat Pomade kembali diminati, menurut Angga pemilik Bujang Barber Shop karena Pomade memberikan para penggunanya banyak pilihan mulai dari yang membuat rambut tetap berminyak dan basa, hingga rambut yang menjadi keras sehingga tatanan rambut dapat terus bertahan hingga beberapa jam.

Walaupun menonjolkan beberapa kelebihan, namun bila bicara soal harga para pelaku barbershop memberikan harga yang terjangkau kepada para konsumen. Seperti misalnya Angga yang memberikan harga potong rambut sebesar Rp 15 ribu untuk proses potong plus pijat selama 20 menit. Sedangkan pelaku usaha lain Rahmat Enggal Prayugo, Pemilik Our Roots Barbershop memberikan harga sebesar Rp 25 ribu dan konsumen akan mendapatkan paket treatment berupa teh hangat, cukur rambut, massage, penataan rambut, serta facial spray untuk menyegarkan wajah pengunjung dengan lama proses sekitar 20 menit.

Keuntungan di Atas 50%

Bila biasanya investasi besar akan membuat balik modal usaha menjadi lama, hal tersebut tidak berlaku dalam usaha franchise barbershop. Dengan permintaan yang tidak pernah sepi membuat usaha ini memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan dan juga berdampak pada balik modal usaha yang tidak terlalu lama.

Seperti Bujang Barbershop yang bisa kedatangan 40 pengunjung setiap dengan omset yang didapat sekitar Rp 18 juta dengan keuntungan sebesar 50%. Walaupun baru berjalan sekitar 8 bulan, namun Angga mengaku sudah balik modal pada bulan keempat. Sedangkan para pelaku usaha, Rahmat Enggal Prayugo. Pemilik Our Roots Barbershop juga mengaku dalam satu bulan bisa mendapatkan omset sekitar Rp 30 juta dengan keuntungan 53%.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Bisnis franchise barbershop, bisnis yang menjanjikan saat ini

Merawat rambut, kini tak hanya menjadi dominasi kaum hawa. Para pria pun mulai banyak yang tetarik menata serta merawat rambutnya. Seperti Firman (30). Pria asal Bandung ini memangkas rambutnya dua bulan sekali. Kecuali saat pandemi Covid-19 saat ini, rambutnya ia biarkan panjang. “Tapi ada juga yang memangkas rambutnya sebulan sekali atau bahkan dua pekan sekali, tergantung orangnya,” ujar Firman kepada Kami, Selasa (30/6/2020) kemarin.

Firman mengaku memotong rambutnya di barbershop di sekitaran Jatinangor, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Biayanya Rp 45.000 untuk sekali potong. Harga itu memang lebih mahal dibanding tukang pangkas rambut biasa. Tapi, Friman merasa wajar, karena pelayanan yang disediakan barbershop ini lebih lengkap. “Potongannya lebih sesuai keinginan, model beragam, dikeramasin, suasananya juga jauh lebih nyaman,” ungkap dia. Karena itulah, sering terjadi antrean di barbershop yang ia tuju. Untuk orang yang malas mengantre, ada juga yang mendaftar via aplikasi chat WhatsApp.

Selain Jatinangor, ada beragam pilihan franchise barbershop di Bandung timur, dan beberapa titik di Jatinangor. Jadi, mencari barbershop saat ini bukanlah hal sulit, karena jumlahnya selalu bertambah. Menjanjikan Pemilik franchise barbershop The Cut Rumah, Kevin Tania mengatakan, tempat pangkas rambut saat ini berinovasi menjadi barbershop yang lebih nyaman dengan segala fasilitas mirip salon. “Usaha ini berpotensi besar dan belum tergarap maksimal,” ungkap Kevin. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha yang memandang remeh usaha pangkas rambut pria, karena dianggap “kurang seksi”, dan memerlukan keahlian khusus untuk melakoninya. Padahal, Kevin menjelaskan, bisnis franchise barbershop ini sangat menjanjikan karena sekarang hampir semua pria memperhatikan kerapihan rambut. Berbagai model rambut telah menjadi tren di antaranya Sleeky Hair, The Pompadour, Slip Back, Quiff, Jar Head, Elephant Trunk, dan Rockabilly.

“Perlu keahlian khusus serta kesabaran dalam menata rambut konsumen,” tutur Kevin. Bahkan, sejumlah pelaku industri barbershop rata-rata mereka tidak memiliki basic yang kuat akan keterampilan dalam menata serta memotong rambut konsumen. Karena itu, berbekal ilmu serta sertifikat barber dari Inggris, Kevin dalam waktu dekat ingin membentuk komunitas serta membuka sekolah barber. “Saya ingin mentransfer ilmu dalam menata rambut dala menata rambut,” ungkap dia.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Bisnis Barbershop Ala Briptu Yustina Wandika, Hasil Sisihkan Gaji Sebagai Polisi, Pekerjakan Dua Orang Karyawan

Trend bisnis franchise barbershop atau jasa potong rambut pria dengan gaya masa kini memang mulai menjamur. Usaha inilah yang kini digeluti oleh salah seorang anggota kepolisian disela-sela kesibukan bertugas di Polres Buleleng.

 

JEMARI tangan Briptu Putu Yustina Wandika yang dilepas piket tugas tampak lihai mencukur rambut seorang anak muda yang menginginkan gaya rambut pompadour.

Di usaha barbershop miliknya beberapa gambar gaya rambut pria masa kini terpasang. Pelanggan yang datang tinggal memilih sesuai keinginan.

Suara nyaring mesin pencukur rambut pada genggaman tangan Briptu Putu Yustina Wandika menemani Kami untuk mengulik usaha jasa potong rambut barbershop yang sedang digeluti oleh anggota Satreskrim Polres Buleleng ini.

Sambil memangkas rambut pelanggan, pria yang lulus menjadi anggota Polri tahun 2013 bercerita mengapa dirinya tertarik membuka usaha franchise barbershop “Mai Cukur” disela-sela tugas menjadi anggota polisi.

“Saya tertarik buka usaha franchise barbershop. Karena ada teman SMA yang buka, kemudian peluang ada dan dukungan dari teman-teman. Juga karena hobi dengan gaya rambut.

Sementara waktu itu belum bisa mencukur rambut,” akunya ditemui di usaha barbershop miliknya yang berada di Jalan Gempol Nomor. 46 Banyuning, Singaraja belum lama ini.

Sebelum memulai usaha barbershop tahun 2019 lalu, mau tidak mau dirinya harus bisa mencukur rambut. Dan kala itu dirinya belajar secara otodidak.

“Jadi saat sela lepas piket tugas saya belajar potong rambut teman dulu. Kebetulan juga ada bakat dan suka dengan gaya rambut cepat saya bisa,” ucap pria berusia 25 tahun.

Membuka usaha barbershop modal murni dari gaji sebagai anggota polisi yang disisihkan oleh Briptu Wandika.

Selain itu ada dukungan dari dari orang tua dan rekan-rekannya yang menyumbang berbagai alat dan aksesoris potong rambut.

Dari usaha jasa potong rambut yang dia buka, selain menambah penghasilan sampingan sebagai seorang anggota, usaha barbershop juga membuka peluang kerja bagi anak muda.

Kini dia sudah mempekerjakan dua karyawan dengan kisaran keuntungan yang didapat sekitar Rp 2 juta  per bulannya.

“Ya lumayan menjalankan usaha barbershop. Tidak harus mendapat uang. Tapi tahu karakter orang (pelanggan) dan gaya rambut yang digandrungi anak muda,” ungkapnya.

Diakuinya, dominan pelanggan yang datang ke barbershop miliknya adalah kalangan anak muda.  Biasanya anak muda saat ini lebih suka gaya rambut pompadour.

Pompadour haircut atau potongan rambut model klasik gaya rambut orang Eropa. Selain itu potongan gaya rambut yang kini sedang naik daun yakni undercut dengan model potongan yang bagian bawahnya tipis.

Sedangkan bagian atas masih tebal dan panjang. “Mereka (anak muda) yang datang bukan sekedar untuk mencukur rambut semata.

Tetapi melakukan creambath, semir rambut, pelurus rambut dan vacum pembersihan rambut. Untuk biaya potong rambut cukup Rp 20 ribu yang mereka keluarkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan mengapa barbershop lebih banyak diminati sisi lainnya pelayanan yang juga ditawarkan dan diberikan kepada pelanggan.

Barbershop selain pengguntingan rambut mendapat servis shaving (mencukur kumis dan janggut).

“Pangkas rambut barbershop pada dasarnya sama dengan pangkas rambut tradisional. Namun fasilitasnya pangkas rambut tradisional lebih minim.

Di barbershop, pelanggan akan merasakan tempat yang lebih nyaman, santai dan sejuk karena ber-AC,” tandasnya.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Peluang Usaha Franchise Barbershop Modal Kecil, dengan Laba yang Besar

Modal kecil, langsung balik modal! Itulah usaha franchise barbershop. Bisnis ini amat menggiurkan karena banyak orang butuh, tapi semua upahnya jadi milik kita semua.

Sudah bukan rahasia umum jika membuka bisnis jasa dapat memberikan keuntungan yang luar biasa sebab minim biaya operasional.

Pemilik usaha dibayar berdasarkan jasa yang diberikan atau keahlian yang dimiliki. Sebagian besar upah ini akan masuk ke kantong sang pemilik. Sementara yang diputar ulang untuk modal toko sangat kecil.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai usaha franchise barbershop yang dalam beberapa waktu terakhir booming dan trend. Jadi, silakan simak sampai akhir jika Anda mau membuka usaha ini.

Peluang usaha pangkas rambut yang menjanjikan

Bisnis franchise barbershop yang paling banyak peminatnya adalah potong rambut pria. Hal ini karena kaum laki-laki lebih sering tampil dengan gaya cepak.

Berbeda dengan wanita yang sebagian besar memilih memanjangkan rambutnya sehingga jarang terlihat memotong rambut. Paling-paling hanya dirapikan bagian ujungnya saja.

Jadi, kalau Anda mau membuka barbershop, jelas pilihan membuka bisnis khusus pria lebih menguntungkan.

Selain soal keteraturan untuk potong rambut, salon pria juga lebih berpeluang sukses karena alasan di bawah ini:

Masing-masing lelaki potong rambut secara berkala sebulan sekali

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa pemilik rambut pendek seharusnya memotong rambutnya setiap 4-6 minggu sekali.

Sedangkan mereka yang berambut panjang bisa memotong rambut setidaknya 4-6 bulan dari periode terakhir potong rambut. Hal ini dilakukan agar rambut tetap pada kondisi sehat dan terawat.

Artinya, semua lelaki yang mayoritas memiliki rambut pendek akan sering mengunjungi barbershop karena butuh menjaga kesehatan rambutnya. Mereka datang ke sini setidaknya sekali dalam sebulan. Begitu terus secara berkala.

Franchise Barbershop Modalnya lebih kecil

Modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha yang fokus ke rambut para pria jauh lebih kecil dibanding wanita. Sebab peralatan yang dipakai juga lebih sederhana.

Berbeda dengan salon wanita yang memerlukan creambathsmoothingcurly, dan yang lainnya. Pada pria, rambutnya cukup dipotong sampai rapi.

Desain tempat usaha yang tak begitu ribet

Usaha ini bisa dimulai dari lokasi usaha yang kecil, tak perlu tempat luas untuk memulainya. Sebab yang dibutuhkan hanyalah kursi, cermin, dan peralatan untuk potong rambut.

Konsep yang diusung pada gerainya juga terbilang simpel. Tak perlu aksesori macam-macam karena kesannya sederhana tapi tetap maskulin.

Keuntungan yang sangat besar

Profit margin bisnis ini besar. Setidaknya sebanyak 50% sampai 60% dari upah yang diterima akan masuk ke kantong pemilik usaha, kecuali jika Anda mempekerjakan karyawan.

Resiko usaha pangkas rambut

Semua bisnis pasti memiliki risiko dan khusus untuk barbershop, berikut ini adalah kemungkinan resikonya:

Model rambut tidak sesuai keinginan pelanggan

Saat memotong rambut pelanggan, bisa jadi mereka tidak terlalu suka dengan hasilnya. Inilah yang kemudian membuat mereka kecewa dan mungkin tidak datang lagi.

Antrean yang panjang bikin tidak betah

Dalam memotong rambut, orang-orang membutuhkan waktu yang berbeda. Ada yang bisa cepat, ada pula yang lambat.

Nah, bila kinerjanya cepat dengan hasil yang bagus, maka ini adalah kabar baik sebab bisa mengurangi antrean panjang dengan cepat pula.

Sebaliknya, bila kinerjanya lambat ini akan membuat antrean mengular dan para pelanggan akan bosan menunggu.

Persaingan ketat

Karena peluang yang cukup menjanjikan, ada banyak sekali orang yang ingin membuka usaha pangkas rambut. Entah dengan mengerjakannya sendiri karena sudah punya keahlian atau mempekerjakan orang lain karena tak cukup yakin dengan keahlian memotongnya.

Yang jelas karena peluang besar, persaingannya juga kemungkinan besar. Apalagi jika Anda tinggal di perkotaan atau lokasi pemukiman padat penduduk.

Cara mengembangkan usaha barbershop dan meminimalkan resikonya

Menilik peluang dan resiko yang dibahas di atas, Anda memerlukan trik atau kiat sukses untuk menjalankan bisnis ini. Tujuannya adalah agar peluangnya bisa dimaksimalkan dan risikonya bisa diminimalkan. Berikut ini beberapa triknya:

Tentukan lokasi usaha yang tepat dan strategis

Tempat usaha memegang peran penting dalam keberhasilan sebuah bisnis. Lokasi ini berkaitan erat pangsa pasar yang ingin dituju.

Jika hidup di kota dan ingin menyasar kalangan mahasiswa maka membukanya dekat kampus bisa jadi solusi. Tapi kalau Anda menyasar para eksekutif muda, menyewa lahan dekat area kantor adalah pilihan yang tepat.

Sebaliknya, jika Anda ingin menjadikan bisnis ini sebagai peluang usaha yang cocok di desa, maka membukanya di pinggir jalan dengan memanfaatkan rumah pribadi adalah solusi yang paling menguntungkan.

Keahlian

Karena ini adalah bisnis berbasis jasa, maka keahlian untuk memotong rambut adalah modal yang utama. Tanpa ini, bisnis tak akan berjalan.

Bila Anda memiliki keyakinan untuk memotong rambut sendiri, maka lakukanlah. Nanti, jika antrean sudah panjang berarti saat itu Anda butuh karyawan. Maka carilah karyawan yang juga terampil dengan hasil potongan bagus.

Menguasai tren model rambut masa kini

Style atau gaya rambut juga penting buat para cowok. Meski tidak semua cowok mau tampil mengikuti tren, tapi Anda harus tetap menguasai tren terbaru jika memang ada yang sedang hits.

Tempat yang nyaman

Buatlah lokasi usaha Anda nyaman buat para pelanggan. Nyaman untuk menunggu dan nyaman untuk yang sedang dipotong. Pastikan sirkulasi udara bagus. Kalau memang udara di luar panas, Anda bisa memakai kipas angin atau AC.

Jika memang modalnya cukup, menambahkan wifi gratis juga bisa jadi solusi buat para pelanggan agar tidak bosan menunggu.

Layanan yang cepat

Keahlian Anda harus semakin meningkat agar bisa memberikan pelayanan yang baik pada pelanggan.

Dengan keahlian memotong yang bagus dan cepat, para pelanggan yang datang juga tak perlu menunggu lama, bukan?

Ramah

Terkadang untuk meningkatkan trust dan bounding dengan pelanggan, harus ada komunikasi yang tulus. Jadilah pribadi yang ramah, jangan sungkan untuk bertanya apa yang mereka butuhkan, mau seperti apa, apa ada yang kurang dengan hasilnya, dan yang lainnya.

Promosi

Lakukan promosi dengan rajin. Salah satu metode yang paling manjur adalah memakai sistem member atau kupon.

Anda bisa membuat kupon buat para pelanggan yang datang. Misalnya dengan memberikan 1 kali gratis potong setelah 3 kali potong rambut berturut-turut.

Trik seperti ini juga bisa menjadikan para pelanggan loyal meskipun ada banyak pangkas rambut yang baru buka.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Ini Tips Jitu Kembangin Usaha Barbershop

Usaha franchise barbershop merupakan salah satu jenis usaha yang tak lekang oleh waktu. Karakteristik rambut pria yang mudah tumbuh dan memanjang, membuat kebutuhan terhadap jasa potong rambut sangat tinggi. Apalagi dengan perkembangan zaman saat ini, para pria juga banyak yang memperhatikan tampilan rambut demi menunjang penampilan fisiknya.

Usaha franchise barbershop atau jasa potong rambut modern bagi para pria merupakan peluang usaha yang bagus dengan modal kecil. Meski demikian, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan yang besar. Bahkan, salah satu merek usaha barbershop asal Bandung mampu meraih penghasilan rata-rata Rp1,5 juta per harinya atau Rp45 juta per bulannya. Sangat menggiurkan kan keuntungannya?

Keuntungan yang besar ini membuat banyak orang makin berminat dengan usaha iniapakah Anda salah satunya? Yuk, simak tips memulai usaha barbershop berikut ini:

1. Menentukan Pangsa Pasar Usaha Franchise Barbershop

Langkah awal bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia barbershop adalah menentukan target market atau pangsa pasar usaha Anda. Apakah Anda menyasar konsumen umum, mahasiswa, pegawai kantoran, dan lain sebagainya. Target market ini selanjutnya dapat Anda gunakan untuk menentukan perkiraan lokasi dan harga jasa potong rambut di barbershop Anda.

Misalnya, target market Anda adalah mahasiswa, berarti sebaiknya Anda mencari lokasi usaha yang dekat dengan kampus atau area kos mahasiswa pria. Jika sasaran Anda adalah pegawai kantoran, maka dirikan bisnis barbershop di sekitar area perkantoran. Jika ingin konsumen yang lebih umum, Anda bisa memilih lokasi seperti pusat perbelanjaan.

2. Memilih Lokasi yang Strategis

Setelah menentukan pangsa pasar dan kemungkinan kawasan yang Anda butuhkan. Langkah selanjutnya yaitu menentukan lokasi barbershop Anda secara spesifik. Pilih lokasi yang strategis, mudah dijangkau, dan memiliki area parkir. Lokasi yang strategis memudahkan pelanggan menemukan tempat usaha Anda, selain itu juga dapat berpotensi mendatangkan banyak konsumen baru.

3. Menyiapkan Modal

Tidak bisa dimungkiri, hampir semua usaha membutuhkan modal, termasuk usaha barbershop. Namun jangan khawatir, modal usaha yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini relatif kecil. Anda hanya perlu mengeluarkan modal awal untuk sewa tempat, membeli perlengkapan dasar barbershop, dan membeli barang-barang operasional.

4. Menyiapkan Perlengkapan Barbershop

Perlengkapan usaha barbershop terbagi menjadi dua bagian utama yaitu perlengkapan dasar dan perlengkapan penunjang. Berikut daftar perlengkapan dasar usaha barbershop:

  1. Mesin cukur
  2. Sisir rambut
  3. Gunting potong rambut
  4. Gunting sasak
  5. Silet
  6. Pisau cukur
  7. Alat pengering rambut
  8. Sikat bulu
  9. Kain penutup kecil
  10. Kain penutup besar
  11. Handuk kecil
  12. Handuk besar
  13. Botol semprot
  14. Jepit buaya kecil dan besar
  15. Mangkok sabun
  16. Bahan penunjang (minyak rambut, pomade, pewarna rambut, bedak tabur, vitamin rambut, dll)

Sedangkan perlengkapan penunjang usaha barbershop antara lain:

  1. Kursi tunggu
  2. Kaca besar
  3. Kursi pangkas rambut
  4. Meja rias
  5. Alat pendingin ruangan seperti AC atau Kipas Angin (optional)
  6. Mesin kasir (optional)
  7. Meja kasir
  8. Nota
  9. Buku catatan keuangan

5. Melakukan Promosi

Agar usaha barbershop Anda laris dan dikenal banyak orang, Anda perlu melakukan promosi. Promosi dapat Anda lakukan dengan berbagai cara, seperti:

  1. Memaksimalkan akun media sosial (Instagram atau facebook) untuk menunjukkan eksistensi usaha barbershop Anda, sekaligus sebagai media promosi.
  2. Membuat tema unik untuk barbershop Anda. Tema yang unik dapat menjadi nilai tambah, upaya branding, sekaligus membuat barbershop Anda tampak menarik dan keren.
  3. Membuat promo khusus misalnya datang 10x gratis 1x pangkas rambut, atau diskon bagi pelanggan yang berulang tahun, dan beragam promo menarik lainnya untuk memikat customer. Apakah anda sudah tau cara menghitung diskon?
  4. Berikan Layanan Ekstra, Anda dapat memberikan layanan ekstra yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap usaha Anda. Contoh layanan ekstra antara lain menyediakan minuman gratis bagi setiap pelanggan, atau layanan delivery barberman untuk para pelanggan Anda yang sangat sibuk dan tidak sempat pergi ke barbershop Anda.

6. Melakukan Analisis Keuangan Usaha

Jangan lupa menganalisis keuangan usaha Anda. Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi Anda. Gunakan hasil evaluasi keuangan Anda untuk menyusun rencana berikutnya yang dapat menunjang perkembangan usaha Anda.

Demikian beberapa tip memulai usaha barbershop. Tertarik untuk mencobanya?

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Peluang Usaha Cukur Rambut Menggeliat di Kota Kupang

Usaha franchise barbershop sudah merajalela khususnya di Kota Kupang, NTT. Usaha ini sangat diminati oleh berbagai kalangan mulai dari anak muda sampai orang dewasa. Seperti yang dilakukan Pemuda Kefa berumur dua puluh satu (21) tahun bernama Hilarius Fatu(21) memiliki usaha cukur rambut di Jalan Farmasi, Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Awalnya saat masih duduk dibangku SMA Hila hanya bermodalkan keterampilan memotong rambut dengan menggunakan alat-alat manual (gunting dan sisir rambut).

“Waktu beta(saya) masih SMA biasa diminta orang untuk potong rambut dan itu hanya menggunakan alat-alat manual dan sehari bisa melayani 4/5 orang”ucapnya.

Lanjutnya, “Jadi, setelah lulus dari SMA beta masih sering diminta orang untuk potong rambut dan itu cukup untuk uang jajan.” Ucapnya. Pada tahun 2018 beta mulai bekerja dengan teman yang mempunyai usaha barbershop untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

1 tahun bekerja dengan teman, akhirnya pada tanggal 22 oktober 2019, Hila memutuskan untuk membuka usaha franchise barbershop sendiri.

“Beta akhirnya memutuskan untuk membuka usaha barbershop sendiri. Beta menabung untuk bisa membeli alat mesin listrik(Cliper) untuk potong rambut. Dengan adanya alat mesin listrik lebih memudahkan beta dalam bekerja” Ujar Hila.

Lanjutnya, biasanya kalau beta pakai alat manual membutuhkan waktu lebih lama maka dari itu beta memilih untuk pakai alat mesin listrik. Sebelum memakai alat mesin listrik biasanya beta dapat 4/5 pelanggan dalam sehari tetapi sekarang bisa 30 pelanggan dalam sehari yang dimulai pukul 10.00 pagi sampai pukul 23.00 malam dan itu membuat beta senang karena beta punya penghasilan bertambah yang tadinya 50 ribu rupiah menjadi 300 ribu Rupiah.

Hila mempunyai harapan yang besar untuk dapat memperbesar usaha barbershopnya. “Listrik sangat mempengaruhi usaha franchise barbershop ini . Awalnya sewaktu meminta pasang baru proses pelayanannya cepat, karena setelah beta sudah membayar dari Pihak PLN tiga hari sudah tersambung” pungkasnya.

Harapannya, listrik terus membaik dalam pelayanannya karena kami butuh listrik untuk membantu perekonomian beta dalam kehidupan sehari-hari. tutupnya

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Strategi Kembangkan Barbershop untuk Pebisnis Pemula

Banyak pebisnis pemula yang memilih barbershop sebagai bentuk usahanya. Bisnis franchise barbershop yang semakin tumbuh salah satunya disebabkan peningkatan selera dan gaya hidup kalangan pria, yang bisa menjadi peluang bisnis.

CEO Rajacukur Barbershop yang berlokasi di Semarang, Hadi Wibowo, membagikan sejumlah tips untuk memulai dan mengembangkan bisnis franchise barbershop. Poin utama saat membuka usaha barbershop adalah memilih tukang cukur (barber) yang berkompeten.

Tukang cukur yang dapat menangani kebutuhan pelanggan secara mumpuni akan memberikan nama baik bagi gerai barbershop. Pemilik bisnis perlu memilih barber berdasarkan keahlian, pengalaman, disertai dengan etika saat melayani pelanggan.

Pelaku bisnis juga perlu memastikan tukang cukur yang dipilih berkemampuan untuk memangkas rambut dengan tren terbaru yang disukai konsumen. Sebagai pengelola, ada baiknya memberikan pelatihan secara rutin kepada para tukang cukurnya.

Hal lain yakni menentukan lokasi strategis untuk membuka barbershop supaya mudah ditemukan. Perlu juga menentukannya dengan menyesuaikan target konsumen. Misalnya, mendirikan di sekitar kampus atau rumah indekos jika targetnya mahasiswa.

Buat ruangan senyaman mungkin agar konsumen tetap merasa betah saat menanti giliran untuk pangkas rambut. Ruangan dapat menjadi pembeda dengan kompetitor, misalnya ada fasilitas tambahan seperti AC, majalah, TV, mini kafe, dan WiFi.

Tips selanjutnya yaitu menggunakan sistem digital yang menguntungkan bagi pelanggan. Contoh kecilnya, seperti layanan booking sehingga konsumen bisa dengan mudah melakukan perjanjian via WhatsApp sebelum datang ke barbershop.

“Dunia digital kini sangat membantu, termasuk untuk bisnis sekelas barbershop. Raja cukur sendiri sangat ditunjang dengan adanya digital marketing dan kini omset mampu naik hingga 70 persen,” kata Hadi Wibowo lewat pernyataan resminya.

Tips lain adalah menghadirkan layanan full-service. Pasalnya, beberapa orang yang datang ke barbershop tidak hanya sekadar memangkas rambut, tapi juga ingin mencukur kumis dan jenggot, pijat, pewarnaan, atau layanan lainnya.

Ada banyak cara yang bisa meningkatkan kenyamanan dan ketertarikan pelanggan agar datang kembali. Selain menyediakan ruangan senyaman mungkin, bisa juga menyediakan voucher potongan harga dan fitur review pelayanan barbershop.

“Mengutamakan kepuasan dan kenyamanan pelanggan menjadi dua kunci utama bisnis barbershop. Hal ini bisa dilihat dari repeat order para pelanggan. Semakin sering datang, pertanda bisnis itu mulai berkembang,” ujar Hadi Wibowo.

Dari segi pengelolaan bisnis, para pelaku usaha bisa menjajal sistem waralaba (franchise). Menjalankan sistem franchise menjadi langkah yang tepat jika bisnis sudah berjalan dengan brand yang kuat.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut