Pemain Sepak bola juga miliki usaha baru berupa barbershop

Bek kiri Arema FC, Ahmad Alfarizi memiliki usaha baru di bidang yang jauh dari sepakbola yaitu franchise barbershop. Dilansir dari Bola.com, barbershop bernama Jhon 87 ini dibuatnya di sebuah pertokoan kompleks Kantor Pos, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Meski baru sebulan, bisnis tersebut berjalan mulus karena franchise barbershop ini sedang ngetren di Indonesia. Tak jarang penggemarnya jauh-jauh datang untuk memotong rambut di tempat idolanya.

Ditambah lagi biaya untuk potong rambut di tempat itu lebih murah ketimbang dibandingkan dengan barbershop lain. Jika beruntung, pelanggan bisa bertemu dan foto bareng dengan Alfarizi.

“Waktu awal saya sering ke barbershop. Tapi, sekarang sudah berjalan dan sesekali saja saya datang,” kata Alfarizi.

Meski ini adalah bisnis pertamanya, pemain 28 tahun itu sangat menikmatinya. Sebab, dia memang sudah memimpikan bisnis tersebut sejak tahun lalu dan baru tahun ini dia bisa mewujudkannya.

Setelah dapat tempat yang lumayan bagus dan strategis, Alfarizi mempersiapkan berbagai keperluan franchise barbershop bersama sang istri. Dia juga yang turun tangan untuk memilih barberman langsung.

“Akhirnya terwujud. Ada istri dan juga teman-teman yang membantu bisnis ini. Jadi, bisa berjalan sesuai rencana. Barberman-nya juga sudah pengalaman,” jelasnya.

Ketika ditanya antara sepak bola dengan bisnis barbershop, Alfarizi memilih keduanya bisa jalan beriringan.

“Rutinitas saya sebagai pesepak bola juga tidak terganggu kok. Jadi, bisa jalan bersama,” lanjut pemain yang pernah memperkuat Persija Jakarta itu.

Yang unik, meski sudah memiliki barbershop, Alfarizi masih setia dengan gaya rambutnya saat ini.

Potongannya rapi di bagian samping dan memanjangkan bagian atas serta belakang. Padahal, dengan memiliki barbershop, dia bisa saja mencoba banyak model sesuka hati.

“Sampai sekarang saya masih malu dan belum percaya diri untuk ganti model rambut. Jadi, kalau potong, ya masih dengan model yang sama seperti ini,” ungkapnya.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Inovasi Baru Bisnis Barbershop dengan Model Franchise Barbershop

Saat ini, banyak orang yang ingin memulai sebuah bisnis. Meski demikian, hal ini tentu menjadi sulit bagi pemula, karena kebutuhan dalam usaha tidak hanya mengedepankan modal saja. Untuk itu, yang bisa dilakukan pemula untuk memulai bisnis adalah dengan bisnis franchise.

Jangan pernah meremehkan sesuatu bisnis yang ruang lingkupnya kecil. Sebab ketika usaha tersebut berhasil tumbuh dengan pesat, maka omzet sampai puluhan juta sebulan dapat diperoleh. Apalagi bila sudah memiliki kekuatan brand. Semakin dikenal maka akan mengundang banyak pelanggan.

Salah satu franchise yang bisa dicoba adalah bisnis franchise barbershop. Berbisnis franchise Barbershop memang sudah banyak orang menjalankan dan hampir di setiap tepi jalan ditemui tempat untuk merapihkan rambut tersebut. Sebagai konsumen tentu ingin tampil gaya, percaya diri dengan model rambut unik, elegan dan menawan. Kesan yang dihadirkan tentu berbeda-beda.

Tapi dari sisi pelaku usaha, membuka franchise Barbershop tidak ada salahnya. Apalagi menggunakan franchise dari tukang pangkas rambut ternama. Jangan pernah ragu dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Barbershop menjadi salah satu bisnis yang kian marak di beberapa tahun terakhir. Saya ingin dengan adanya franchise Giovani teman-teman yang baru bermain tidak perlu terlalu bersusah payah membangun brand, mereka cukup memilih franchise yang sekiranya sesuai karater mereka,” kata CEO Giovani Barbershop melalui keterangan resminya, Minggu (12/7).

Berbisnis Franchise Barbershop berpotensi menghasilkan keuntungan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Setiap orang atau pelanggan memiliki selera masing-masing dalam merapihkan rambutnya. Semakin variasinya keinginan tersebut, maka potensi meraup penghasilan dapat terlaksana.

1. Berikan Pelayanan yang Lebih Memuaskan

Banyak orang menganggap bahwa membuka usaha potong rambut merupakan sesuatu yang dapat terus berjalan, Tapi pada kenyataannya bisnis manapun tidak dapat dikatakan abadi. Selalu ada tantangan dan kendala tersendiri. Hal ini bisa dilihat dari munculnya para kompetitor dan bentuk persaingan lainnya.

Usaha potong rambut mampu bertahan dan bersaing jika memberikan keunikan, inovasi dan layanan yang memuaskan untuk para pelanggannya. Lama kelamaan mereka akan.lebih selektif ketika memilih Barbershop. Semakin dikenal banyak orang maka lebih menanjak pula popularitasnya.

2. Hadirkan Trend Gaya Rambut Terbaru

Trend gaya rambut seperti tidak ada habisnya. Hal ini karena faktor terinspirasi dari sosok idola, public figure atau melihat implemetasi dari orang lain. Selanjutnya sudah menjadi tugas tukang pangkas rambut untuk lebih update kemampuannya dalam menerapkan model potongan yang sedang populer tersebut.

Bukan tidak mungkin nantinya konsumen justru meminta kepada tukang cukurnya untuk menerapkan gaya rambut yang serupa. Pelanggan terkadang tidak terlalu mempedulikan apakah model rambut tersebut terlihat aneh atau tidak selama menjadi trending pada masanya akan tetap menjadi pilihan.

3. Jangkau Segala Kalangan Usia

Tidak masalah bila ternyata usaha Barbershop hanya melayani konsumen pria saja. Tapi sesuatu yang perlu diingat bahwa setiap laki-laki memiliki rentang usia berbeda-beda. Memotong rambut bukanlah perkara usianya melainkan sudah menjadi kebutuhan bagi mereka ketika ingin merapihkannya.

Hal ini tentu menjadi peluang untuk berbisnis Barbershop mengingat beberapa kalangan usia butuh untuk mencukur rambutnya. Dari segi model biasanya berbeda-beda untuk setiap konsumen. Apalagi jika jumlah pendatangnya lebih banyak bukan tidak mungkin antriannya justru semakin panjang.

4. Munculkan Brand Pribadi

Supaya dapat dikenal oleh banyak orang maka usaha Barbershop sebaiknya memiliki nama. Hal ini agar memberi sifat profesional dan memudahkan konsumen saat ingin merekomendasikannya pada rekan, saudara, keluarga dan sebagainya. Jika bisnis semakin dikenal, brand akan diingat oleh pelanggannya.

Itulah sebabnya tidak perlu heran bila terdapat jasa pangkas rambut sudah punya nama besar dengan omset mencapai puluhan juta sebulan. Hal tersebut setidaknya menjadi motivasi bagi pelaku usaha baru saat ingin terjun dalam bisnis Barbershop. Tentukanlah nama yang sesuai dengan bidang bisnis tersebut.

5. Berikan Sentuhan Inovasi Terbaru

Peluang usaha memungkinkan para tenaga ahli untuk terus berinovasi dengan potongan atau model gaya rambut yang belum pernah ada sebelumnya. Aktivitas tersebut perlahan meningkatkan kemampuannya untuk mencoba hal-hal baru kemudian diterapkan pada pelanggannya.

Jika pelanggan tersebut menyukainya, tidak mustahil kelak dirinya akan merekomendasikan pada kerabatnya yang lain. Hadirnya inovasi potongan rambut memberikan banyak pilihan kepada konsumen saat bingung memilih model seperti apa kira-kira cocok untuk diterapkan padanya.

6. Perluas Mitra untuk Kerjasama

“Keuntungan terbesar ketika menggunakan franchise adalah brand. Kita tidak perlu bersusahpayah mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun branding yang kuat. Sebab kekuatan brand sudah ada, kita tinggal menjalankannya” Tutur CEO Giovani Barbershop.

Usaha Barbershop bukan sekedar menunjukkan kemampuan membentuk gaya rambut. Usaha tersebut akan mampu bertahan bila didukung dengan kekuatan brand. Hal tersebut berkaitan erat ketika pelaku usaha mampu secara tepat memilih mitra penyedia franchise yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Menggiurkan! Untung dari Bisnis Barbershop Capai Rp 20 Juta Per Bulan

Fenomena kemunculan franchise barbershop di kota-kota besar Indonesia ramai dibicarakan. Para barber atau praktisi potong rambut pun kian bermunculan.

Kami pun berusaha mewawancarai para barber. Salah satunya, sosok Verry Bounce yang sudah 6 tahun menjadi barberman sekaligus pengusaha franchise barbershop.

Awalnya pria yang domisili di Pontianak itu mengawali karier sebagai barberman karena tuntutan ekonomi pada 2014. Dia melihat ramainya barbershop sebagai peluang bisnis.

 “Minatnya karena faktor ekonomi. Pada saat itu saya pengangguran sedangkan saya sudah memiliki anak jadi setiap hari saya harus memutar otak untuk cari uang buat susu dan pampers anak. Pas melihat pangkas rambut saya heran kenapa ramai sekali? Dari situ, saya mulai mencari tahu. Berapa pendapatan kerja di pangkas rambut sehari?” kata Verry

Lantaran tak memiliki uang, Verry sampai memantau sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang barberman.

“Pas ditanya “emang bisa potong rambut?” Saya dengan yakin menjawab “BISA!” Itulah awal mulai saya di barber,” tambahnya.”Dan mulai SKSD, saya coba-coba main ke situ. Karena saya tidak mempunyai uang untuk belajar potong rambut, saya sebulan tiap hari duduk di Barber sambil lihatin orang kerja, sistemnya sperti apa. Hingga saya dengan sendirinya mulai paham dan suatu ketika saya beranikan diri untuk mengajukan kerja di situ,” lanjutnya.

Tak sebatas menjadi seorang barberman, Verry pun menjajal usaha bisnis franchise barbershop. Ketika itu, di tahun 2017 dia bekerja sama dengan orang lain hingga melahirkan tiga cabang barbershop.

Namun, karena Verry sibuk sebagai trainer dan motivator barberman. Dia melepas usahanya ke rekan bisnisnya.

“Tahun 2017 saya buka 1 shop terus dapat franchise tiga shop
Di tahun 2019, saya sibuk terbang show ke mana-mana, yang tiga saya lepas serahin ke owner-nya masing-masing,” ungkap Verry.

Bisnisnya pun juga menemui kendala,seperti sewa ruko yang mahal. Namun lantaran dorongan passion yang kuat Verry pun memutuskan kembali membuka barber bernama Ex Revolution di Pontianak, Kalimantan Barat bersama empat orang rekannya pada bulan Ramadan kemarin.

“Punya saya tutup karena tiba-tiba harga sewa ruko melonjak naik. Sekarang baru mulai lagi buka di luar kota pas bulan Ramadhan kemarin.

Sementara itu disinggung soal omzet bersih. Kini Verry mendapatkan uang Rp 17-20 juta per-bulannya. Memang setiap harinya Verry mengakui dapat melayani sebanyak 20-30 kepala pelanggan per harinya.

“Omset perbulan itu bersih 17-20jt, itu udah bersih. Sehari 20-30 orang,” akuinya.

Di sisi lain, Verry mematok tarif yang bervariasi di barbershop miliknya. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribuan saja.

“Cut+wash 50k, Cut+shaving+wash 80k, Cut+shaving+facial wash+wash+head massage 100k. Rp 150-200 tarif saya hehehe,” pungkasnya.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Tips Paling Dasar untuk Memulai Bisnis Potong Rambut

Bisnis franchise barbershop menjadi salah satu peluang usaha yang menggiurkan. Semakin tingginya tingkat kesadaran kaum lelaki akan penampilan, bisnis potong rambut belakangan tumbuh pesat.

Meski terlihat sederhana, namun bagi Anda yang mau memulai usaha potong rambut, sebaiknya memerhatikan sejumlah hal, agar pelanggan nyaman di tempat Anda.

An Nahal selaku CEO Giovani Barbershop memberikan sejumlah tip yang mungkin berguna. Simak selengkapnya!

1. Memilih pemotong rambut yang pandai

Memilih pemotong rambut atau barber sangat penting. Kemampuan barber yang dapat menangani kebutuhan pelanggan dengan baik akan memberikan nama baik dari bisnis tersebut.

2. Menentukan lokasi strategis

Lokasi strategis menjadi penentu berdirinya segala jenis usaha. Tidak terkecuali untuk mengembangkan bisnis barbershop. Oleh karena itu, Anda harus menentukannya secara matang dan hati-hati agar semakin mudah dikenal para pelanggan.

3. Membuat Ruangan Senyaman Mungkin

 

Antrean pelanggan bisa saja terjadi jika mereka tidak langsung dicukur karena menunggu giliran. Hal ini dapat memunculkan rasa bosan apabila dilakukan dalam waktu lama. Untuk menyiasatinya, Anda perlu membuat rumah senyaman mungkin agar konsumen tetap merasa betah.

Selain ruangan ber-AC, sejumlah fasilitas seperti TV, majalah, wi-fi harus menjadi perhatian.

4. Memanfaatkan sistem digital

Tip selanjutnya yaitu menggunakan sistem digital yang menguntungkan pelanggan. Contoh kecilnya, layanan booking sehingga konsumen tidak perlu menunggu antrean.

5. Menyediakan layanan full service

Beberapa orang yang datang ke barbershop, kemungkinan tidak hanya sekedar memangkas rambutnya. Mereka bisa saja berkeinginan cukur kumis dan jenggot, pijat, pewarnaan atau layanan lainnya. Anda dapat menyediakannya secara lengkap demi memenuhi kebutuhan konsumen.

6. Memanfaatkan Sistem Franchise Barbershop atau Waralaba Barbershop

Salah satu sistem yang kini mulai banyak dilirik pengusaha yaitu menggunakan franchise. Anda juga bisa ikut serta dalam kemitraan tersebut guna menjadikannya sebagai peluang pekerjaan bagi sebagian orang.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Peluang Usaha Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19

Demi di rumah saja, penyanyi Ariel Noah sampai mencukur sendiri rambutnya yang sudah memanjang menggunakan alat pencukur kumis gara-gara tak bisa pergi ke franchise barbershop langganannya. Sebenarnya, bagaimana sih peluang usaha barbershop di tengah pandemi covid-19 (virus corona)?

Awalnya, para pria, baik artis seperti Ariel, maupun siapa saja yang merasa rambutnya sudah panjang atau ingin mengganti gaya rambut, tinggal pergi ke franchise barbershop langganan. Dengan antre tak sampai satu jam, Anda sudah bisa pulang dengan model rambut berbeda sesuai keinginan. Si pengusaha barbershop pun bisa tersenyum puas sambil menghitung keuntungan ketika mendapati banyaknya pria yang bercukur di tempatnya.

Namun, sejak pandemi covid-19 merebak di Indonesia, pemerintah Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk melakukan social dan physical distancing, serta menaati protokoler pencegahan penyebaran virus corona. Efeknya, jalanan menjadi sepi dari aktivitas di luar rumah, karena banyak masyarakat yang di rumah saja. Ada pula imbauan kepada pusat-pusat perbelanjaan, dan sejumlah tempat yang mengundang kerumunan untuk tutup sementara, atau buka dengan catatan menaati protokoler yang ditetapkan.

Kelebihan dan Risiko Usaha Franchise Barbershop

Usaha barbershop ini bisa dibilang punya kelebihan selalu dibutuhkan oleh orang. Sebab, setiap hari ada saja pria yang bercukur rambut, atau sekadar melakukan perawatan rambutnya.

Hal itulah yang membuat barbershop tak pernah sepi setiap harinya. Meski pria yang memotong rambut bisa dipastikan tidak tiap hari membutuhkan jasa si tukang cukur, dia akan kembali suatu saat jika memang sudah berlangganan dan merasa puas dengan kinerjanya.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuka usaha satu ini juga terbilang cukup sederhana. Bahkan, sejumlah usaha tukang cukur paling sederhana pun tak butuh menyewa tempat, cukup di bawah pohon. Dengan gunting (biasanya ada gunting biasa, gunting seset, dan gunting listrik), cermin yang mampu menampilkan seluruh badan si pelanggan, dan alat-alat tambahan seperti spray, bedak anti gatal, sikat, dan celemek, Anda sudah bisa menjalankan usaha ini.

Risiko usaha barbershop ini adalah bagaimana mengelola pelanggan. Jangan sampai orang yang pernah bercukur di tempat Anda pulang dengan perasaan tidak puas. Rasa tidak puas itu bisa disebabkan oleh kinerja Anda dalam memangkas rambut, fasilitas untuk menunggu saat antre, atau servis-servis lainnya. Jika kesan pertama Anda di mata pelanggan sudah buruk, jangan harap dia akan kembali lagi dan menjadi langganan.

Cara Pengusaha Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19

Imbas pandemi covid-19 ini pun dirasakan oleh tempat usaha, tak terkecuali barbershop. Ada yang memilih tetap buka dengan risiko pelanggannya sepi, ada pula yang memilih tutup sementara. Lalu, bagaimana cara pengusaha barbershop untuk selamat di tengah pandemi ini?

Pengusaha barbershop bisa melakukan sejumlah trik sebagai solusi agar dampak covid-19 tak terlalu dirasakan. Jika Anda memilih tetap membuka lapak usaha, maka buatlah sejumlah program untuk menarik pelanggan. Misalnya dengan diskon atau potong gratis satu kali jika datang membawa minimal dua orang teman, dan sebagainya.

Hal lain yang bisa Anda lakukan sebagai pengusaha barbershop adalah dengan menjajakan jasa cukur rambut dari rumah ke rumah. Tak ada salahnya jemput bola, lantaran banyak orang yang memilih di rumah saja saat ini. Bisa juga Anda menerapkan semacam layanan delivery memanfaatkan media sosial. Pelanggan yang ingin memakai jasa cukur Anda cukup menghubungi nomor telepon atau chat, lalu akan didatangi ke rumahnya untuk dicukur. Selamat mencoba!

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Dipandang Sebelah Mata, Prospek Usaha Barbershop Sejatinya Sangat Menjanjikan

Prospek usaha barbershop dipastikan akan semakin cerah, seiring dengan semakin tingginya kepedulian kaum adam untuk menjaga penampilan.
Apalagi, tuntutan pria akan kenyamanan dan fasilitas layanan penataan dan perawatan rambut juga semakin tinggi.
Demikian diungkapkan Owner The Cut Rumah Barbershop, Kevin Tania, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 Juni 2020.
Menurut dia, saat ini banyak pria, khususnya di kota besar, yang membutuhkan fasilitas dan layanan perawatan serta penataan rambut yang setara dengan salon wanita.
“Dulu pria cukup mendatangi tempat pangkas rambut biasa untuk menata dan merapikan rambutnya. Saat ini, mulai ada tuntutan konsumen pria untuk mendapatkan layanan yang lebih nyaman dengan fasilitas lengkap, yaitu dengan mendatangi tempat franchise barbershop,” ujar Kevin.
Apalagi, menurut dia, seperti halnya wanita, saat ini pria juga kerap menghadapi beragam masalah rambut, seperti kerontokan, dll. Hal itu terjadi seiring dengan seiring dengan kian tingginya tingkat stress dan aktivitas di luar ruangan, termasuk polusi selama di perjalanan.
Frekuensi pria untuk memangkas dan meta rambutnya juga terbilang tinggi. Menurut dia, seorang pria akan mendatangi tempat penataan rambut atau franchise barbershop untuk memangkas dan merapikan rambutnya, paling tidak satu bulan sekali atau maksimal dua bulan sekali.
“Bahkan, ada juga yang memangkas dan merapikan rambutnya tiap dua pekan sekali,” tuturnya.
Hal itu, menurut dia, juga tidan terlepas dari tuntutan untuk tampil primadi setiap kesempatan, khususnya bagi pria yang sudah bekerja. Apalagi, bagi mereka yang dalam pekerjaannya harus berhadapan dan bertemu dengan banyak orang.
“Itulah kenapa ke depan permintaan jasa layanan perawatan dan penataan rambut pria dipastikan akan terus menanjak. Saat ini tuntutan dan kepedulian penampilan bukan hanya milik kaum wanita,” ujarnya.
Namun menurut dia, sangat disayangkan karena masih banyak pelaku usaha yang memandang remeh usaha pangkas pria. Banyak diantara pelaku industri barbershop yang tidak memiliki keterampilan dasar yang dalam menata serta memotong rambut konsumen.
“Inilah tantangan sekaligus peluang yang membuat usaha barbershop sejatinya sangat seksi. Hanya saja, belum tergarap maksimal,” ujarnya.
Menurut dia, untuk bisa berhasil di industri tersebut, pelaku usaha barbershop harus memiliki keahlian khusus. Apalagi, trend model rambut semakin beragam, sebut saja model Sleeky Hair, The Pompadour, Slip Back, Quiff, Jar Head, Elephant Trunk, dan Rockabilly.
“Diperlukan keahlian khusus dan kesabaran untuk menghadapi konsumen,” ujarnya.
Itulah, menurut dia, berbekal ilmu serta sertifikat barber dari Inggris, Kevin berencana membentuk komunitas serta membuka sekolah barbershop atau franchise barbershop dalam waktu dekat. Ia mengaku, langkah tersebut ditempuh untuk melakukan transfer ilmu dalam menata rambut.

Pria, Jangan Sembarang Cukur Rambut !

Beraktivitas di padatnya ibukota kerap membuat para pria lupa akan kesehatan kulit kepala dan cara merawatnya.

Tinggal dan beraktivitas di Jakarta kerap membuat para pria tidak selalu peduli akan kesehatan rambut dan kulit kepala. Seperti yang saya alami, memiliki karakter kulit kepala yang kering dan sensitif terkadang menimbulkan rasa gatal dan sering menggaruk-garuk kepala.

Padahal pada kenyataannya, semakin kita menggaruk kepala akan membuat kulit kepala menjadi kemerahan bahkan menjadi luka. Apabila sudah timbul luka, maka bakteri akan mudah masuk dan menimbulkan gangguan kesehatan yang lainnya.

Sempat melakukan beberapa riset kecil-kecilan, yang saya dapatkan adalah sebuah statement yang bermanfaat dari dr. Stanley Setiawan, Sp.KK yang mengatakan bahwa tidak semua orang memiliki kulit kepala yang kering dan sensitif namun ada beberapa individu yang memiliki kondisi khusus seperti dermatitis atau eczema.

Dermatitis atau eczema adalah kondisi dimana kulit kepala seseorang cenderung cepat bereaksi terhadap pengaruh apapun, baik secara internal dan eksternal. Faktor-faktor internal yang dapat mempengaruhi kulit kepala kering dan sensitif seperti kelelahan, kurang tidur, kondisi badan yang turun, sedangkan faktor-faktor eksternal adalah perubahan cuaca dan asupan gizi seseorang.

dr. Stanley juga menambahkan, “Kulit kepala yang sehat dapat dikenal dengan kondisi kulit kepala yang tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu kering. Jika terjadi kondisi diluar itu, bisa dikategorikan itu adalah kulit kepala yang sensitif, seperti kulit kepala yang bersisik halus sampai lembaran sisik, mudah gatal dan kemerahan.

Setelah mengetahui hal tersebut, kekhawatiran saya coba lawan dengan bertahap memperbaiki pola tidur, asupan makanan dan gizi dan tentunya tidak lupa berolahraga. Selanjutnya, demi menjaga kesehatan tubuh dan penampilan, selektif memilih shampoo yang cocok dan yang terkadang suka diremehkan oleh sebagian pria adalah kehigienisan alat cukur rambut ketika hendak potong rambut.

Saat ini memang banyak Franchise barbershop terkenal untuk memanjakan para pria memangkas rambutnya, tetapi yang benar-benar harus diperhatikan selain gaya potong rambut yang cocok dengan bentuk kepala dan gaya yang diinginkan adalah kebersihan tempat serta peralatan cukur rambut.

Pada akhirnya urusan rambut dan kulit kepala tidak boleh dipandang sebelah mata. Menjaga kerapihan penampilan itu penting, namun tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan kita.

Rajacukur barbershop merupakan franchise barbershop yang selalu mengedepankan kebersihan dalam praktik potong rambut. Seluruh alat yang digunakan harus selalu steril dan higienis agar para pelanggan bisa dengan nyaman potong rambut tanpa mengkhawatirkan tentang kebersihan.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Franchise Barbershop Modal Kecil

Jangan Sampai Salah Pilih Barber, Bro. Kunci Ketampananmu Ada di Sana! Simak Tips dari Franchise Barbershop Modal Kecil

Nggak cuma buat cewek, rambut juga bisa membuat cowok semakin menarik. Memang sih, banyak hal yang menentukan kualitas ketampanan seorang pria. Tapi, memiliki jenis potongan rambut yang pas dapat menjadi awal mula rasa percaya diri seorang pria, sebuah hal yang sangat berpengaruh terhadap daya tarik seorang cowok!

Untuk mendapatkan kualitas potongan rambut yang pas dan cocok sama kamu, tentunya kamu perlu punya langganan barber atau tukang potong yang pas. Kamu pun pasti tahu bahwa menemukan barber atau tukang potong yang pas itu nggak mudah. Oleh karena itu, Franchise Barbershop Modal Kecil mau ngasih tahu kamu gimana cara menemukan tukang potong yang pas biar gaya rambutmu selalu oke! Cek yuk!

Jangan asal masuk barber ya bro! Kepo dulu lah tentang barber-barber yang ada di sekitarmu!

Tentunya langkah pertama yang wajib kamu lakukan ketika memilih tukang potong atau barber yang tepat adalah dengan mencari tahu dahulu review-nya! Di zaman sekarang ngepoin tempat potong rambut mah gampang bro, sosial media bisa menjadi media yang pas buat riset tentang barber yang oke! Coba deh cek di Instagram barber mana yang paling direkomendasikan oleh bro-bro lain. Dari sosial media mereka, kamu juga bisa melihat contoh-contoh potongan rambut, tempatnya, dan juga review-review dari pengunjung sebelumnya. Mencari tahu dahulu itu wajib biar kamu nggak membeli kucing dalam karung!

Pas udah masuk, jangan asal pilih tukang potong juga bro! Bagaikan memilih jawaban UAS, memilih barber yang berkualitas juga ada kisi-kisinya!

Bagaikan memilih jodoh, memilih tukang potong itu perlu ketelitian. Toh, apabila cocok, kamu bakal menemui si abang tukang potong sebulan sekali. Tentunya untuk menjadi pelanggan setia, kamu harus cocok secara personal maupun profesional sama si abang tukang potong. Kisi-kisi untuk memilih barber yang cekatan dan berkualitas tentu dilihat dari potongan rambutnya! Kalau gaya rambut si abang oke, pasti dia juga jago dalam memotong rambut!

Awas jadi kelinci percobaan! Jangan lupa tanya pengalaman kerja ya!

Ketika kamu memilih tukang potong untuk dijadikan tukang langgananmu, pada dasarnya kamu sedang melaksanakan interviu kerja. Dia yang bakalan jadi tukang potongmu untuk di waktu-waktu selanjutnya sebaiknya memiliki pengalaman yang cukup, biar kamu nggak sekadar dijadikan kelinci percobaan! Kamu bisa bertanya-tanya secara halus mengenai pengalaman berapa lama dia bekerja sebagai barber ketika dia sedang memotong rambutmu. Nggak ada salahnya kok bertanya-tanya, asal kamu sopan!

Bingung jelasin mau potong gaya rambut apa? Bawa foto atau gambar jenis potongan rambut yang kamu mau di hape kamu!

Sering bingung jelasin jenis potongan rambut apa yang kamu mau? Tenang bro! Banyak temennya kok! Kalau kamu memang nggak tahu gimana cara untuk menjelaskan keinginan kamu ke si tukang potong, jalan keluarnya adalah dengan menunjukkan gambar atau foto gaya rambut yang kamu mau. Kamu bisa membawanya di dalam hape kamu, toh hampir semua orang memakai smartphone sekarang. Nah, tukang potong yang bagus seharusnya bisa mengerti bagaimana cara mewujudkan gaya rambut yang kamu mau tersebut!

Barber yang berkualitas harusnya bisa memberi saran terkait dengan gaya rambut yang cocok sama bentuk wajah dan kepala kamu!

Rambut saya cocoknya dipotong seperti apa ya mas?

Wah, saya ngikut mas-nya saja…

Kalau percakapan pertamamu dengan si barber adalah seperti di atas, kayaknya kamu butuh ganti barber deh bro! Soalnya, barber yang bagus selalu bisa melihat potongan apa yang cocok sama wajahmu dan bentuk kepalamu! Jadi, kalau si barber cuma plonga-plongo ketika dimintain saran, mending kamu cabut dan ganti barber!

Memilih barber ternyata cukup banyak pertimbangannya ya bro? Rasanya hampir mirip kayak cari jodoh. Tapi ya mau gimana lagi, masalahnya urusan rambut bakal memengaruhi kualitas tampilanmu secara utuh. Temukan tukang potong yang pas, maka tampanmu tidak akan pernah hilang!

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Franchise Barbershop Murah

Cara Sederhana dari franchise barbershop murah yang Mampu Memperbaiki Rambutmu Pas Salah Potong. Demi Penampilan yang Paripurna !

Setiap cowok pasti pernah melakukan hal bodoh yang berujung pada tawa. Ya, setelah melakukan ‘kesalahan’ tersebut, cowok justru bakal tertawa terbahak-bahak. Hal paling lumrah dan pasti semua cowok pernah lakukan adalah kesalahan ketika mencukur rambut. Entah bagaimana ceritanya, begitu keluar dari barber shop dan sampai di rumah, cowok akan memeriksa hasil cukurannya; apakah sesuai harapannya atau nggak. Dan, kebanyakan cowok pasti pernah gagal dalam hal ini.

Tapi tenang, buat kamu yang baru aja mengalami kebodohan ini, jangan panik. franchise barbershop murah akan memberikan tips sederhana buat kamu yang salah cukur rambut. Mungkin nggak bisa langsung memperbaiki, namun minimal bisa mengurangi dampaknya. Biar nggak malu-maluin, cek cara sederhana berikut ini!

Kalau kamu masih berada di tukang cukur rambut dan ternyata gaya rambut yang kamu minta nggak sesuai harapan, pendekin lagi aja!

Miskomunikasi antara pengunjung dan pencukur rambut emang sering terjadi. Mungkin juga karena si pencukur rambut masih dalam masa training, jadinya masih gugup gitu deh buat melayani pengunjung. Nah, ini bisa jadi salah satu faktor kenapa gaya rambut yang kamu minta nggak sesuai dengan yang dikerjakan olehnya. Kalau sudah begini, mumpung masih di barber shop, minta aja sekalian dipendekin lagi atau ubah gaya rambut yang lain.

Sesampainya di rumah, ternyata rambutmu jadi nggak bergaya. Cobalah gunakan pomade untuk mengatur biar lebih kece

Sebel sih pasti, ketika sudah sampai rumah, ternyata gaya rambutmu nggak sesuai yang kamu pesan ke pencukur rambut. Tadinya kamu yang pengen bergaya rambut macam Cristiano Ronaldo, malah jadi mirip Wayne Rooney. ‘Kan kacau. Tapi tenang, Boys! Kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan pomade. Tinggal diusapkan ke rambutmu yang gagal itu, dan beres!

Paling sederhana, pakailah topi atau penutup kepala lainnya. Biar orang nggak fokus pada gaya rambutmu yang gagal itu

Ketika kamu akan bertemu dengan dosen pembimbingmu untuk meminta tanda tangan untuk pemberkasan wisuda, paling nggak kamu harus merapikan penampilanmu. Rambutmu yang gondrong dan nggak beraturan itu harus segera dilarikan ke barber shop. Alhasil, dengan terpaksa kamu mencukur rambutmu. Alih-alih pengen rapi, ternyata yang kamu dapatkan malah rambut yang makin terlihat berantakan. Nah, nggak usah panik dulu, Boys. Beruntung buat kamu yang mengoleksi penutup rambut, entah topi atau apapun itu. Percaya deh, dosen atau orang lain nggak bakal fokus ke rambutmu. Ya, kecuali dosenmu iseng.

Kalau kamu memilih gaya rambut yang panjangnya cuma dua senti dan ada pitak di kepalamu, satu-satunya jalan adalah botakin!

Ini sama halnya dengan kesalahan si pencukur rambut yang masih dalam masa probation. Setiap cowok pasti pernah dong cukur dengan menyisakan rambut hanya dua senti panjangnya. Nah, nggak jarang juga, pasti kamu pernah mengalami ‘kecelakaan’ ketika dicukur. Ada bagian pitak dari kepalamu gara-gara alat pencukur rambut. Kalau udah begini, kamu hanya bisa meminta si pencukur untuk botakin rambutmu. Apa lagi kalau bukan dibotakin?

Terakhir, kalau semua cara ini nggak berterima buatmu, jangan keluar kamar hingga rambutmu gondrong!

Kalau beberapa cara franchise barbershop murah di atas masih nggak bisa membuatmu tenang, masih ada satu cara yang paling ampuh buat menghindarkanmu dari rasa malu akibat salah cukur. Adalah dengan cara nggak usah keluar kamar, nggak usah keluar rumah, nggak usah ke mana-mana. Jauhi aktivitas sosial dengan mengurung diri dan tunggu sampai rambutmu panjang kembali. Percaya deh, ini paling ampuh buat menghilangkan rasa malumu!

Nah, seperti itulah cara sederhana buat kamu yang mengalami kegagalan dalam cukur rambut. Sederhana, bukan? Sejatinya, bagaimana bentuk dan gayamu dalam berpenampilan nggak akan mengubah apa-apa. Apalah arti penampilan, kalau otakmu nggak ada isinya?

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut

Franchise Barbershop

Sebelum Berniat Membuka Bisnis Franchise Barbershop, Perhatikan 5 Hal Penting Berikut Ini Agar Sukses

Dewasa ini, segala hal yang dilakukan dengan kreatif dapat menjadi ladang pundi-pundi rezeki. Salah satunya adalah usaha grooming bagi kaum pria atau yang biasa disebut dengan barbershop. Seiring perkembangan zaman dari waktu ke waktu, perawatan untuk pria ternyata tak hanya dibutuhkan oleh kaum perempuan.

Seperti misalkan bisnis potong rambut cowok yang dulu dianggap remeh dan sepele, kini sudah berkembang jadi bisnis populer yang trendi dan menguntungkan. Nah kalau kamu tertarik join bisnis seperti ini, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membuka bisnis franchise barbershop. Simak yuk!

Skill potong rambut memang modal utama, tapi layanan-layanan lain seperti perawatan kumis atau pewarnaan rambut juga mulai banyak dicari

Dalam usaha barbershop, skill pertama yang harus dan wajib dikuasai adalah pemahaman tentang ilmu potong rambut, teknik, hingga pilihan gaya. Meski begitu, kalian juga harus mempelajari hal-hal lain yang sekiranya dibutuhkan untuk perawatan terhadap kaum laki-laki. Lebih baik lagi jika kalian mempunyai sertifikat yang menunjukkan skill kalian dalam bidang tersebut.

Beberapa di antaranya adalah seperti teknik merapikan kumis, memijit kepala, atau bahkan memberi warna pada rambut. Karena tak jarang, franchise barbershop yang menjamur saat ini tak hanya menyediakan layanan potong rambut saja, namun juga beberapa pelayanan ekstra lainnya.

Jika sudah, saatnya untuk memikirkan nama barbershop kalian. Penting untuk punya citra yang lebih maskulin biar jadi beda dengan salon-salon kebanyakan

Setelah menguasai skill dasar, hal selanjutnya yang benar-benar harus diperhatikan adalah pemilihan nama untuk barbershop kalian. Dalam pemilihan nama ini, usahakan untuk menggunakan istilah-istilah yang singkat dan mudah untuk diingat siapapun yang melihatnya. Selain itu, penggunaan istilah yang “laki” banget juga akan menjadi nilai plus bagi barbershop kalian.

Karena tak jarang, image barbershop sebagai salon untuk laki-laki tentunya berbeda dengan salon yang biasa kita temui untuk para perempuan. Bersamaan dengan ini, kalian juga harus mematengkan konsep yang akan diangkat. Jangan sampai hanya asal-asalan untuk masalah konsep ya!

Rancang anggaran belanja yang efektif dan pilih tempat yang strategis, misalkan dekat lingkungan perkantoran

Perancangan anggaran belanja terhadap kebutuhan barbershop tentunya menjadi satu hal yang wajib dipersiapkan dengan matang, namun hal itu terkadang kurang diperhatikan. Akibatnya, biaya tak terduga yang dikeluarkan akan menjadi jauh dia luar perkiraan.

Selain itu, pemilihan tempat untuk mendirikan bangunan juga harus yang cukup strategis. Misalnya, kalian bisa membuka barbershop di lingkungan kampus, tempat kerja, atau bisa juga di kawasan pusat nongkrong para kawula muda. Nggak jarang lo, barbershop yang dikonsep menjadi satu dengan kafe.

Jangan lupa untuk merekrut karyawan dengan seleksi yang ketat. Penampilan dan image karyawan pun bisa jadi nilai lebih bagi usaha kalian

Karyawan atau crew adalah orang yang setiap harinya akan berhubungan langsung dengan para costumer. Oleh sebab itu, kalian harus menyeleksi mereka dengan ketat. Bisa dimulai dari skill dasar yang dibutuhkan hingga attitude mereka dalam bekerja. Jangan salah, kepuasan pelanggan juga tercipta dari bagaimana kalian memperlakukan mereka lo.

Selain itu, penampilan karyawan juga harus diperhatikan agar selalu matching dengan konsep yang kita usung. Usahakan memilih partner kerja dengan penampilan yang keren, bersih dan tentunya humble. Kalau pekerjanya aja nggak oke, gimana costumer mau percaya, iya kan?~

Langkah terakhir, pastikan dalam satu daerah tersebut tak terlalu banyak barbershop lainnya

Dalam suatu bisnis, terjadinya persaingan adalah satu hal yang wajar. Begitu juga dengan bisnis barbershop. Terkadang orang lupa untuk memetakan hal-hal yang sekiranya dapat menjadi kompetitor atau saingan. Sebagai gambaran, misalnya jika kalian ingin membuka bisnis tersebut di lingkungan kampus, coba deh dilihat dulu, jika terdapat ada lebih dari 3 barbershop, mending dipikirkan lagi.

Perlu diingat, jika terdapat banyak tempat menjual jasa yang sama, hal tersebut akan memungkinkan terjadinya persaingan yang tak sehat. Kecuali kalian telah memiliki konsep berbeda dan yakin bahwa barbershop kalian lebih bagus dibandingkan dengan yang lainnya.

 

Waralaba barbershop, franchise barbershop, franchise barbershop murah, franchise cukur rambut, waralaba barbershop murah, franchise barbershop modal kecil, franchise barbershop terkenal, usaha barbershop , franchise pangkas rambut , waralaba cukur rambut